Posts

Instalasi INET Framework untuk OMNeT++ di Windows XP

Image
OMNeT++ . Seperti halnya namanya yang 'plus-plus', instalasi framework INET untuk OMNeT++ murni di atas Windows (tanpa melalui Cygwin ) juga cukup menguras energi yang 'plus-plus'. Awalnya, saya juga mengalami hal yang sama dengan yang dialami rekan Hendra Rakhmawan . Saya menemui kegagalan saat mencoba menginstall framework INET pertama kali. Tapi, berbeda dengan Hendra yang memutuskan untuk menggunakan Ubuntu, saya memilih tetap bertahan dengan Windows. Saya terlanjur jatuh cinta dengan Windows, dan terlanjur alergi dengan Linux. Apalagi kalau sampai harus menodai kesucian laptop saya dengan Linux sebagai salah satu OSnya. Maaf saja. (kalau cuma sebagai guest di Vmware, terpaksa boleh lah :p). Menurut saya, pangkal permasalahannya bukan di OMNeT++ itu sendiri, tapi pada proses compiling (atau apalah istilah resminya, saya kurang mengerti) kode C++ dari INET. Rata-rata, orang akan menggunakan Visual C++ sebagai compiler nya. Termasuk saya. Permasalahan yang sa...

Parkir Sepeda

Image
Iseng-iseng bongkar data isi laptop, saya menemukan foto amatir hasil jepretan beberapa waktu silam : Sepeda diparkir tepat di selasar yang sudah dipasangi papan himbauan satpam ITB " Terima kasih untuk tidak parkir di selasar gedung ini ". Sebuah kejadian yang lazim terjadi setiap hari selama ini di selasar labtek VIII. Bukan hanya satu, tapi beberapa sepeda terdapat di situ. Maksud bapak satpam baik. Dengan tidak memarkir kendaraan di situ, maka selasar yang menjadi tempat lalu-lalang banyak orang akan menjadi rapi. Tapi empunya sepeda juga tidak salah sepenuhnya. Karena, agar sepeda aman, sepeda tersebut harus dirantai ke suatu palang. Tanpa rantai, sebanyak apapun kunci yang dipasang, si maling tinggal mengangkat sepedanya saja toh. Masalahnya, di ITB tidak cukup banyak benda yang bisa dijadikan sebagai tempat merantai sepeda. Alternatif paling gampang ya ditaruh di selasar labtek. Mungkin sudah saatnya ITB perlu mempertimbangkan membuat tempat parkir khusus sepe...

Sakit

Tiga hari lalu (rabu sampai jumat) saya terkapar. Perut saya mendadak sakit. Tentu saja bukan sakit bulanan, karena saya laki-laki. Saya juga kurang tahu penyebabnya persisnya. Seingat saya, sakit mulai terasa setelah saya makan siang hari rabu. Tiba-tiba perut terasa penuh dan aneh. Giliran malam harinya, kepala saya jadi pusing. Yang paling menyakitkan bukanlah saat saya harus tergeletak nyaris seharian di kamar hari kamis dan jumatnya; Tapi saat UAS hari rabu jam 7. Dimana pada malam harinya, saya nyaris tidak belajar sama sekali. Membaca slide materi kuliah membuat saya pusing. Akhirnya saya menyiapkan strategi ujian berdasarkan statistik : dalam dua semester terakhir, sang dosen selalu membuat UAS open book, dengan soal yang mirip dengan kuis dan PR. Maka saya pun memfotokopi solusi PR milik teman, menghapalkan urutan pengerjaannya, setelah itu tidur. Ternyata, sang dosen mengingkari kebiasaannya. Ujian tutup buku. Mayoritas teori. Dari slide yang tidak sempat saya baca. Benar-ben...

Baru

I have to wonder if this wave's too big to ride Commit or not commit is such a crazy time It’s sooner than I thought but you called me out I lost control and there's no doubt I'm gonna start all over Miley Cyrus - start all over Memulai lagi blog ini dari awal.