Parkir Sepeda
Iseng-iseng bongkar data isi laptop, saya menemukan foto amatir hasil jepretan beberapa waktu silam :
Sepeda diparkir tepat di selasar yang sudah dipasangi papan himbauan satpam ITB "Terima kasih untuk tidak parkir di selasar gedung ini".
Sebuah kejadian yang lazim terjadi setiap hari selama ini di selasar labtek VIII. Bukan hanya satu, tapi beberapa sepeda terdapat di situ.
Maksud bapak satpam baik. Dengan tidak memarkir kendaraan di situ, maka selasar yang menjadi tempat lalu-lalang banyak orang akan menjadi rapi. Tapi empunya sepeda juga tidak salah sepenuhnya. Karena, agar sepeda aman, sepeda tersebut harus dirantai ke suatu palang. Tanpa rantai, sebanyak apapun kunci yang dipasang, si maling tinggal mengangkat sepedanya saja toh. Masalahnya, di ITB tidak cukup banyak benda yang bisa dijadikan sebagai tempat merantai sepeda. Alternatif paling gampang ya ditaruh di selasar labtek.
Mungkin sudah saatnya ITB perlu mempertimbangkan membuat tempat parkir khusus sepeda. Beberapa waktu lalu SBY ikut mengampanyekan penggunaan sepeda. Di Bandung, kalau tidak salah pejabatnya juga mengampanyekan hal serupa (ah, s'ius pak... kalau saya sih mending naik mobil dinas. adem :D ). Tiga bulan yang lalu, ketika saya ke kampus UI di salemba, di sana sedang dirampungkan track khusus sepeda (karena warna tracknya merah, semula saya curiga ada program 'Busway masuk kampus' -_-) beserta tempat parkirnya. Kalau UI memulai, mengapa ITB tidak? Tentu saja tidak perlu sampai ikut membuat track khusus. Kampus kecil, juga. Yang penting, ada lahan untuk mengakomodasi pengguna sepeda.
Kalau di luar negeri, tempat parkirnya kan semacam ini :
Implementasinya sederhana saja, tinggal mendirikan palang besi. Lahannya mungkin bisa dengan mengambil sedikit jatah parkir mobil dosen & karyawan ITB :P Atau, kalau mau ekstrim, salah satu tempat parkir mahasiswa disulap menjadi seperti di atas. Tapi cara kedua ga mungkin, ding. Pertama, ga ada duit yang masuk. Kedua, pengguna sepeda belum sebanyak itu :D
Tapi saya pikir, hal ini patut dipertimbangkan. Toh di luar negeri kendaraan mayoritas di kampusnya juga sepeda, bukan motor seperti di sini (Ini saya agak sotoy. Dari pengamatan di film-film sih begitu). Apalagi dengan isu pemanasan global, isu kemacetan, isu susah parkir mobil, isu kenaikan harga BBM (yang rasanya 99.999% tidak akan turun lagi meski DPR mengajukan hak angket)....
NB :
gambar kedua diambil dari sini.
Sepeda diparkir tepat di selasar yang sudah dipasangi papan himbauan satpam ITB "Terima kasih untuk tidak parkir di selasar gedung ini".
Sebuah kejadian yang lazim terjadi setiap hari selama ini di selasar labtek VIII. Bukan hanya satu, tapi beberapa sepeda terdapat di situ.
Maksud bapak satpam baik. Dengan tidak memarkir kendaraan di situ, maka selasar yang menjadi tempat lalu-lalang banyak orang akan menjadi rapi. Tapi empunya sepeda juga tidak salah sepenuhnya. Karena, agar sepeda aman, sepeda tersebut harus dirantai ke suatu palang. Tanpa rantai, sebanyak apapun kunci yang dipasang, si maling tinggal mengangkat sepedanya saja toh. Masalahnya, di ITB tidak cukup banyak benda yang bisa dijadikan sebagai tempat merantai sepeda. Alternatif paling gampang ya ditaruh di selasar labtek.
Mungkin sudah saatnya ITB perlu mempertimbangkan membuat tempat parkir khusus sepeda. Beberapa waktu lalu SBY ikut mengampanyekan penggunaan sepeda. Di Bandung, kalau tidak salah pejabatnya juga mengampanyekan hal serupa (ah, s'ius pak... kalau saya sih mending naik mobil dinas. adem :D ). Tiga bulan yang lalu, ketika saya ke kampus UI di salemba, di sana sedang dirampungkan track khusus sepeda (karena warna tracknya merah, semula saya curiga ada program 'Busway masuk kampus' -_-) beserta tempat parkirnya. Kalau UI memulai, mengapa ITB tidak? Tentu saja tidak perlu sampai ikut membuat track khusus. Kampus kecil, juga. Yang penting, ada lahan untuk mengakomodasi pengguna sepeda.
Kalau di luar negeri, tempat parkirnya kan semacam ini :
Implementasinya sederhana saja, tinggal mendirikan palang besi. Lahannya mungkin bisa dengan mengambil sedikit jatah parkir mobil dosen & karyawan ITB :P Atau, kalau mau ekstrim, salah satu tempat parkir mahasiswa disulap menjadi seperti di atas. Tapi cara kedua ga mungkin, ding. Pertama, ga ada duit yang masuk. Kedua, pengguna sepeda belum sebanyak itu :D
Tapi saya pikir, hal ini patut dipertimbangkan. Toh di luar negeri kendaraan mayoritas di kampusnya juga sepeda, bukan motor seperti di sini (Ini saya agak sotoy. Dari pengamatan di film-film sih begitu). Apalagi dengan isu pemanasan global, isu kemacetan, isu susah parkir mobil, isu kenaikan harga BBM (yang rasanya 99.999% tidak akan turun lagi meski DPR mengajukan hak angket)....
NB :
gambar kedua diambil dari sini.
Comments
Post a Comment