Empat Musim

Dua hari yang lalu hujan salju yang lumayan tebal telah mengawali datangnya musim dingin. Jadi, secara resmi saya sudah merasakan empat musim di Siberia :D


  • Musim semi
Musim yang menyenangkan, karena ini artinya musim panas akan segera datang. Jaket tebal sudah bisa diganti dengan yang lebih tipis. Suhu perlahan mulai naik, meski kadang-kadang sering drop juga. Salju mulai mencair, sehingga becek di mana-mana.
Konon, musim semi adalah saat bunga-bunga bermekaran. Tapi di sini saya tidak menjumpai hal tersebut. Mungkin karena jenis tanaman di sini tidak sebanyak di wilayah sub-tropis lainnya.
  • Musim panas
Saya tidak menyangka kalau di sini temperatur bisa menembus di atas 35 derajat Celsius. Jadi, rasanya seperti di Indonesia. Hanya saja, udaranya sangat kering. 
Orang-orang banyak memanfaatkan musim panas untuk melakukan kegiatan luar ruangan. Ruang publik penuh dengan orang, dari yang sekedar berjalan-jalan ataupun berolahraga. Ketika musim panas inilah kita merasakan betapa berharganya sinar matahari, yang di negara tropis macam Indonesia justru dibenci.
Pada musim panas, durasi siang hari panjang ketimbang malam. Terutama pada daerah yang terletak pada derajat lintang yang tinggi. Di sini, pernah matahari terbenam pukul 11 malam lebih, dan terbit pukul 3 pagi. Di daerah lain, malam tersebut tidak benar-benar gelap, namun hanya remang-remang saja seperti fajar/sore. Fenomena ini ('malam putih', Белые ночи) terutama terkenal di St. Petersburg,
Hal positif dari panjangnya durasi siang adalah, kita dapat melakukan aktivitas luar ruangan lebih lama. Negatifnya, kita dapat mengalami gangguan sulit tidur. Kemudian, bila Ramadhan jatuh saat musim panas, ini benar-benar cobaan. Saya baru pertama kalinya melakukan shaum hingga 18 jam :(
  • Musim gugur
Musim gugur ditandai dengan seringnya turun hujan, meskipun hujan di sini tidak selebat hujan tropis. Cuaca sering berubah-ubah. Terkadang matahari terik seperti musim panas, namun tiba-tiba besoknya menjadi mendung, dan angin dingin berhembus kencang. Dan bagi yang tidak terbiasa (seperti saya), hal ini menjadi masalah, karena memicu keluarnya penyakit. Saya sendiri bolak-balik mengalami tidak enak badan, karena seringnya cuaca berubah tiba-tiba.
Selain perubahan cuaca drastis, hal menyebalkan dari musim gugur adalah, anda tahu bahwa musim dingin akan segera tiba. Anda harus mengucapkan selamat tinggal untuk sementara bagi sinar matahari, karena matahari pergi ke daerah selatan.
Seperti namanya, musim gugur ditandai dengan rontoknya daunan pepohonan. Bagi sebagian pohon, daun layu dalam gradasi yang indah. Dari semula hijau, memerah, menguning, hingga akhirnya jatuh ke bumi. Mungkin anda pernah melihatnya sebagai wallpaper komputer, di film, ataupun dari gambar-gambar di Internet.
  • Musim dingin
Di sini, definisi 'dingin' cukup sadis. Saya pernah ditertawakan polisi karena merasa kedinginan pada suhu -20an. Ini hangat, katanya :D Bila malam hari, temperatur dapat mencapai di bawah -50. Untuk kasus ekstrim, temperatur dapat mencapai -70.
Dengan nominal minus sebesar itu, wajar bila orang yang belum pernah merasakan akan ngeri. Tapi sebenarnya, asal kita mengenakan pakaian yang tepat, kita tidak akan kedinginan. Di samping itu, berdasarkan pengalaman saya musim dingin kemarin, udara musim dingin cukup tenang, tidak ada angin berhembus. Hembusan angin inilah yang dapat membuat rasa dingin berlipat-lipat. Sama analoginya dengan hembusan udara dari AC. Pakaian lengkap ini termasuk dengan menutup daun telinga kita. Kisah daun telinga putus karena beku bukanlah sekedar cerita menakut-nakuti.
Di musim dingin, malam jauh lebih panjang. Kata orang sini, pada saat garis matahari tepat di garis balik selatan, di sini matahari hanya terlihat selama 5 jam. Itupun kondisinya seperti saat maghrib.

--
Itulah kesan saya merasakan empat musim yang berbeda. Saya cuma merasa sangat beruntung, berasal dari negara tropis dengan cuaca yang sangat bersahabat. Anda tidak perlu melihat ramalan cuaca terlebih dahulu bukan, kalau ingin bepergian? Cukup berjaga-jaga membawa payung, itu sudah cukup. Andapun dapat menggunakan apapun baju anda sepanjang tahun. Tapi di sini, dengan kemungkinan rentang perubahan suhu yang cukup tinggi, perkiraan cuaca sangat penting. Kasus salah kostum dapat membawa bahaya bagi kesehatan anda. Anda harus menyediakan baju musim dingin dan baju musim panas.

Kemudian, Indonesia cukup beruntung mendapat limpahan cahaya matahari yang cukup sepanjang tahun. Panjang siang dan malam pun relatif sama secara konstan. Kalau maghrib tiba, anda dapat menebak kira-kira sekarang sekitar pukul enam (atau berapapun, tergantung daerah anda). Tapi, di daerah subtropis, matahari tidak bisa jadi patokan. Suasana maghrib yang remang-remang dapat berarti jam 3 siang, jam 6 petang, ataupun jam 12 malam. Mungkin itu sebabnya banyak terdapat penunjuk waktu di jalan.

Ketersediaan panas sinar matahari  sepanjang tahun tersebut sayangnya tidak dihargai oleh banyak orang Indonesia. Bila anda perhatikan desain bangunan di Indonesia, kebanyakan sangat memusuhi sinar matahari. Orang lebih senang menutupi ruangan dan menggunakan pencahayaan lampu ketimbang merekayasa desain ruangan untuk memaksimalkan penggunaan sinar matahari (tapi akhir-akhir ini, desain bangunan hijau telah mengubah konsep tersebut).

Penutup. Menurut saya, sebagus apapun bayangan iklim 4 musim, seromantis apapun musim gugur, semenarik apapun salju musim dingin, iklim tropis Indonesia adalah yang terbaik :)

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Silampukau

Sekarang Adalah: Belalang Tempur!