Termakan Asumsi
Asumsi yang salah akan menghancurkan anda.
Pada tahun 1876, Western Union adalah perusahaan yang memonopoli layanan telegraf di AS. Pada saat itu, telegraf merupakan teknologi telekomunikasi yang paling maju. Tak heran, Western Union menjadi salah satu perusahaan terkaya di AS saat itu. Suatu saat, Gardiner Greene Hubbard mendatangi pimpinan Western Union, William Orton, untuk menawarkan paten penemuan baru yang ia sponsori. Orton menganggap temuan itu sebagai lelucon dan menganggapnya sebagai 'mainan elektronik' saja. Apalagi, Hubbard meminta uang sebesar USD 100,000. Western Union menolak tawaran tersebut.
Akhirnya, penemu alat tersebut tetap memegang patennya, dan beberapa tahun kemudian mendirikan perusahaan telekomunikasi berdasarkan penemuannya tersebut. Perusahaan dalam sekejap berubah menjadi korporasi terbesar di AS, mengalahkan Western Union. Perusahaan tersebut saat ini dikenal sebagai AT&T. Orang tersebut adalah Alexander Graham Bell, dan alat temuannya tersebut adalah telepon. Seandainya Orton mau mempertimbangkan paten yang ditawarkan tersebut lebih seksama saja, tidak terlalu terpengaruh oleh pemikirannya sendiri, bisa jadi Western Union akan benar-benar menjadi penguasa telekomunikasi di AS
Dan kemarin saya juga dicelakakan oleh pembuatan asumsi yang keliru.
Pada hari sabtu, secara kebetulan saya berjumpa dengan Bapak Pimpinan di angkot. Di sela-sela obrolan, beliau berkata, "Rif, nanti hari senin jam 09.00 kita kumpul ya". Dan saya pun menjawab, "Ya, pak".
Sabtu sore, SMS dari beliau sampai di HP saya. Salah satu kebiasaan di tim kami adalah mengirimkan SMS ke semua anggota sebagai konfirmasi resmi apabila ada acara tertentu. Saya baca sekilas isi SMS tersebut "all kita meeting senin.. bla bla bla". Oh, ini mah yang tadi dibicarakan di angkot, pikir saya. Jadi, saya tidak membaca keseluruhan SMS tersebut.
Hari senin, sesuai dengan ingatan pembicaraan di angkot, saya berangkat pukul 08.50. Sampai di tempat pukul 08.55. Agak bangga juga saya, karena jarang-jarang saya datang lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Tapi sebelumnya, saya mendapat SMS dan dua kali miskol dari teman di tim saya. Heran saya, belum waktunya mulai rapat kok dipanggil-panggil.
Setelah masuk ke ruangan, ternyata acara sudah dimulai. Saya jadi bingung. Saat itu masih 08.55. Ada kesalahan di mana saya? Kemudian, iseng-iseng saya cek lagi SMSnya. Saya baca dengan seksama : "all kita meeting senin 8.30 teng ya!". Njis!! Ternyata saya sudah telat berbelas-belas menit! Ternyata asumsi saya mendasarkan pada percakapan informal di angkot keliru! Ternyata saya berbuat bodoh lagi... :(
Seperti salah satu judul lagu Queen : too much assumption will kill you!
Referensi :
http://www.neatorama.com/2008/04/15/the-stupidest-business-decisions-in-history/
Pada tahun 1876, Western Union adalah perusahaan yang memonopoli layanan telegraf di AS. Pada saat itu, telegraf merupakan teknologi telekomunikasi yang paling maju. Tak heran, Western Union menjadi salah satu perusahaan terkaya di AS saat itu. Suatu saat, Gardiner Greene Hubbard mendatangi pimpinan Western Union, William Orton, untuk menawarkan paten penemuan baru yang ia sponsori. Orton menganggap temuan itu sebagai lelucon dan menganggapnya sebagai 'mainan elektronik' saja. Apalagi, Hubbard meminta uang sebesar USD 100,000. Western Union menolak tawaran tersebut.
Akhirnya, penemu alat tersebut tetap memegang patennya, dan beberapa tahun kemudian mendirikan perusahaan telekomunikasi berdasarkan penemuannya tersebut. Perusahaan dalam sekejap berubah menjadi korporasi terbesar di AS, mengalahkan Western Union. Perusahaan tersebut saat ini dikenal sebagai AT&T. Orang tersebut adalah Alexander Graham Bell, dan alat temuannya tersebut adalah telepon. Seandainya Orton mau mempertimbangkan paten yang ditawarkan tersebut lebih seksama saja, tidak terlalu terpengaruh oleh pemikirannya sendiri, bisa jadi Western Union akan benar-benar menjadi penguasa telekomunikasi di AS
Dan kemarin saya juga dicelakakan oleh pembuatan asumsi yang keliru.
Pada hari sabtu, secara kebetulan saya berjumpa dengan Bapak Pimpinan di angkot. Di sela-sela obrolan, beliau berkata, "Rif, nanti hari senin jam 09.00 kita kumpul ya". Dan saya pun menjawab, "Ya, pak".
Sabtu sore, SMS dari beliau sampai di HP saya. Salah satu kebiasaan di tim kami adalah mengirimkan SMS ke semua anggota sebagai konfirmasi resmi apabila ada acara tertentu. Saya baca sekilas isi SMS tersebut "all kita meeting senin.. bla bla bla". Oh, ini mah yang tadi dibicarakan di angkot, pikir saya. Jadi, saya tidak membaca keseluruhan SMS tersebut.
Hari senin, sesuai dengan ingatan pembicaraan di angkot, saya berangkat pukul 08.50. Sampai di tempat pukul 08.55. Agak bangga juga saya, karena jarang-jarang saya datang lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Tapi sebelumnya, saya mendapat SMS dan dua kali miskol dari teman di tim saya. Heran saya, belum waktunya mulai rapat kok dipanggil-panggil.
Setelah masuk ke ruangan, ternyata acara sudah dimulai. Saya jadi bingung. Saat itu masih 08.55. Ada kesalahan di mana saya? Kemudian, iseng-iseng saya cek lagi SMSnya. Saya baca dengan seksama : "all kita meeting senin 8.30 teng ya!". Njis!! Ternyata saya sudah telat berbelas-belas menit! Ternyata asumsi saya mendasarkan pada percakapan informal di angkot keliru! Ternyata saya berbuat bodoh lagi... :(
Seperti salah satu judul lagu Queen : too much assumption will kill you!
Referensi :
http://www.neatorama.com/2008/04/15/the-stupidest-business-decisions-in-history/
Betul juga, pengambilan kesimpulan dari asumsi memang tidak akurat, bahkan oleh orang sekaliber suhu MAW.. :D
ReplyDelete