Posts

Pagi yang Kacau

Acara memasak pagi ini benar-benar kacau. Pertama, saya lupa tidak membawa pulang kotak makan saya. Ketinggalan di kantor! Sementara, saya tidak punya wadah lain untuk menyimpan makanan. Kedua, --ini yang benar-benar parah-- salah satu kumparan kompor listrik saya putus! Awalnya saya curiga, mengapa kompornya lama sekali panas. Setelah melihat kumparan pemanasnya, kok cuma satu yang berpijar. Ternyata, setelah diperhatikan lebih teliti, ada bagian yang putus. Huhuhu, sudah tidak bisa terpakai deh kompornya. Padahal, saya sudah terlanjur menyiapkan bahan masak beserta bumbunya. Alhasil, sayuran dan bumbu yang sudah disiapkan tidak dapat digunakan. Benar-benar menyedihkan. 

Terukir di Bintang

Image
Setelah melihat iklan Truly Asia-nya Malaysia di TV (sayang saya tidak mendapatkan linknya), saya sangat terkesan dengan lagu pengiring yang digunakan. Cari cari cari, akhirnya ketemu juga. Ternyata lagu tersebut adalah 'Terukir di Bintang', lagu milik Yuna ( Yunalis Zarai ) yang dirilis awal tahun ini (2012). Lagunya sederhana, tapi bikin merinding. Suaranya kalem, tapi beraura. Ditambah dengan aransemen gitar yang sangat pas. Wow. Ternyata ada penyanyi Malaysia yang keren setelah Siti Nurhaliza. Yuna saat ini sudah go international (beda definisi dengan go international nya Agnes Monica?) di Amerika Serikat. Menurut Wiki, singlenya 'Live Your Life ' membawa albumnya menduduki ranking 19 di Billboard's USA Heatseekers Chart. Tahun ini dia sudah menjadwalkan tur keliling Amerika Serikat, dan direncanakan ikut manggung di beberapa festival musik besar di sana. Oke deh. Semoga sukses berat untuk Yuna.

Sekarang Adalah: Belalang Tempur!

(Klik di sini untuk artikel tentang belalang tempurnya Ksatria Baja Hitam) Pertama adalah arifwicaksana.wordpress.com.  Kemudian, munical.net . Setelah masa berlaku domain sudah habis dan tidak saya perpanjang lagi selama hampir 1 tahun, saya kepikiran lagi untuk membuat domain custom bagi blog ini.

Modus Anomali

Image
Singkat kata: jalan cerita film tentang pembunuhan keluarga yang sedang berlibur di hutan. (Stop sampai di sini apabila anda belum menonton)

Meru

Image
Menarik.

Kisruh Pembuktian Terbalik untuk Penentuan 1 Syawal: Pelajaran yang Dapat Diambil

Kapankah 1 Syawal  terjadi di tahun 2011? Seperti terjadi beberapa kali sebelumnya, tahun ini terdapat dua versi yang berbeda. Jadi sebenarnya, masyarakat Indonesia sudah tidak aneh lagi dengan adanya dua kali lebaran. Namun, yang membuat tahun ini berbeda adalah munculnya teori melakukan pembuktian terbalik untuk menentukan 1 Syawal mana yang benar, dengan menghitung mundur sejak purnama bulan Syawal ( link artikel tersebut ). Dengan cepat, link tersebut beredar di masyarakat. Banyak orang yang serta-merta mengamini. Ketika purnama yang ditunggu-tunggu untuk pembuktian terbalik tersebut muncul, banyak orang yang mengunggah fotonya ke Facebook. Dan terbentuklah sebuah opini di masyarakat: pemerintah tidak becus dalam menentukan kapan 1 Syawal. Tapi argumentasi dalam artikel tersebut memiliki banyak kelemahan. Bila membaca seluruh komentar di artikel tersebut --terutama dari komentar Nugraha Ahmad dan Abdul Muid , serta cara penulis artikel dalam berdiskusi/berdebat-- kita bisa...

Raja dan Jalan Berbatu

( Saya tulis ulang seingatnya, dari sebuah artikel di majalah Intisari belasan tahun silam ) Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapat sebuah kerajaan besar yang makmur. Pada suatu hari, sang raja berkeinginan untuk berjalan-jalan menemui rakyatnya langsung. Ini adalah pengalaman pertamanya untuk melihat dunia di luar istana megahnya. Ketika kakinya menapaki jalanan, ia kesakitan. Banyak sekali kerikil dan batu yang berserakan di jalan, dan mengenai telapak kakinya (saat itu, sepatu belum ditemukan). Ah, kalau kondisinya begini, bagaimana aku bisa menemui rakyatku, pikir sang raja. Ia kemudian memerintahkan kepada bawahannya untuk melapisi seluruh jalanan kerajaan dengan kulit sapi. Benar, seluruh jalanan. Toh, ini kerajaan kaya. Uang bukan masalah. Tapi kemudian, seorang penasehatnya berkata. Baginda, daripada melapisi seluruh jalanan kerajaan dengan kulit sapi, mengapa tidak kita buatkan pelapis kaki dari kulit saja untuk baginda. Sehingga, kemanapun baginda melangkah, kaki ...